Animasistudio.com – Proses pembuatan video explainer dengan animasi 3D emang bukan hal yang sederhana.
Terus, pernah nggak sih kamu nonton video explainer yang keren banget, terus kepikiran, “Kok bisa ya bikin yang kayak gini?”
Nah, kali ini kita bakal bongkar tuntas gimana pembuatan video explainer dengan animasi 3D dari awal sampai jadi. Siap-siap tercengang, karena ternyata di balik video berdurasi 2-3 menit itu, ada proses panjang yang nggak bisa dianggap remeh!
Sebelum masuk ke prosesnya, mari kita bahas dulu kenapa animasi 3D jadi pilihan banyak brand. Simpelnya, animasi 3D itu punya daya tarik visual yang lebih hidup dibanding animasi 2D biasa. Objeknya bisa diputar 360 derajat, pencahayaannya lebih realistis, dan kesan profesionalnya langsung terasa.
Selain itu, animasi 3D cocok banget buat menjelaskan produk atau konsep yang kompleks. Misalnya, kamu mau jelasin cara kerja mesin industri atau arsitektur sebuah bangunan. Dengan animasi 3D, semua detail bisa divisualisasikan dengan jelas tanpa bikin pusing audience.
Supaya makin tahu dan paham cara membuat video explainer animasi, khususnya 3D, yuk kita pelajari satu persatu:

Proses pembuatan video explainer dengan animasi 3D selalu mulai dari tahap pre-production, dan ini adalah fondasi dari segalanya. Kalau fondasi rapuh, ya hasilnya juga bakal goyang. Tahap ini mungkin nggak terlihat glamor, tapi percaya deh, ini yang menentukan kesuksesan video kamu nantinya.
Di awal banget, tim kreatif bakal ngobrol panjang lebar sama klien. Tujuannya apa? Target audiencenya siapa? Pesan apa yang mau disampaikan? Semua pertanyaan ini penting banget karena bakal menentukan arah kreatif video nantinya.
Kemudian, riset mendalam dilakukan. Tim bakal ngulik kompetitor, tren market, sampai preferensi target audience. Jadi, videonya nggak cuma cantik, tapi juga efektif menyampaikan pesan.
Selanjutnya, script ditulis berdasarkan hasil riset tadi. Script ini harus padat, jelas, dan engaging. Bayangin aja, dalam 2 menit kamu harus jelasin konsep yang mungkin butuh 10 halaman kalau berbentuk tulisan. Makanya, setiap kata harus terpilih dengan cermat.
Setelah script oke, saatnya bikin storyboard. Ini kayak komik versi kasar dari video kamu nantinya. Setiap scene digambar dengan sketsa sederhana, lengkap dengan deskripsi aksi, dialog, dan durasi. Storyboard ini jadi panduan buat semua orang yang terlibat dalam proses pembuatan video explainer dengan animasi 3D.
Baca Juga: 7 Manfaat Video Explainer 3D untuk Perusahaan di Era Digital

Kalau pre-production udah kelar, baru deh masuk ke tahap ini. Ini bagian paling menantang sekaligus paling memuaskan ketika melihat ide mulai berbentuk jadi visual yang nyata!
Di sini, semua objek yang ada di storyboard mulai kamu buat dalam 3D. Prosesnya mirip kayak bikin patung virtual. Seniman 3D bakal mulai dari bentuk dasar (primitif kayak kubus atau bola), terus di-sculpt jadi bentuk yang lebih detail.
Misalnya, kalau mau bikin karakter manusia, mereka bakal mulai dari bentuk dasar tubuh manusia, lalu menambahkan detail kayak jari, wajah, rambut, dan sebagainya. Proses ini butuh kesabaran tingkat dewa dan skill yang mumpuni.
Setelah bentuk 3D-nya jadi, objek itu masih polos kayak patung putih. Nah, di tahap texturing ini, objek-objek tadi dikasih “kulit” atau permukaan. Mau kayunya terlihat bertekstur kasar? Metalnya mengkilap? Semua diatur di sini.
Selain itu, material properties juga kamu tentuin. Berapa reflektif permukaannya? Berapa roughness-nya? Detail-detail ini yang bikin hasil akhir animasi 3D terlihat realistis atau sesuai dengan style yang diinginkan.
Kalau objek udah sempurna secara visual, saatnya bikin mereka bergerak. Tapi tunggu dulu, sebelum bisa dianimasikan, karakter atau objek yang kompleks perlu di-rigging dulu. Rigging itu kayak kasih tulang dan sendi virtual supaya objek bisa bergerak dengan natural.
Baru deh setelah itu, animator mulai beraksi. Mereka bakal menggerakkan setiap elemen sesuai storyboard dan timing yang udah kamu tentuin. Di sinilah proses benar-benar mulai hidup. Setiap gerakan, dari yang paling subtle sampai yang dramatis, semua diatur frame by frame.
Pencahayaan dalam animasi 3D itu sama pentingnya kayak pencahayaan di fotografi. Posisi lampu, intensitas, warna, semua mempengaruhi mood dan kejelasan visual. Lighting yang tepat bisa bikin objek terlihat lebih dramatis atau lebih soft, tergantung kebutuhan.

Bikin video explainer animasi 3D yang engaging, nggak berhenti setelah semua elemen tereliminasikan. Setelah semua bergerak sesuai koreografi yang kamu inginkan, masih ada tahap post-production yang nggak kalah penting untuk menyempurnakan hasil akhir.
Rendering adalah proses “memasak” semua elemen 3D jadi video. Komputer bakal menghitung semua aspek – dari pencahayaan, refleksi, bayangan, sampai tekstur – dan mengubahnya jadi frame-frame video. Proses ini bisa memakan waktu lama banget, tergantung kompleksitas scene.
Kadang, satu frame aja bisa butuh beberapa menit atau bahkan jam untuk di-render. Bayangin kalau videonya 2 menit dengan 60 frame per detik, berarti ada 7200 frame yang harus kamu render.
Setelah render selesai, hasil-hasilnya kamu kombinasikan dalam proses compositing. Di sini juga menambahkan efek-efek visual yang kamu perlu. Mungkin ada particle effects, motion blur, atau efek cahaya tambahan.
Selanjutnya, color grading, untuk memastikan warna di seluruh video konsisten dan sesuai dengan mood. Tahap ini yang bikin video terlihat profesional dan polished.
Proses pembuatan video explainer dengan animasi 3D juga melibatkan aspek audio yang nggak boleh sampai abai. Jangan lupa, video explainer nggak cuma soal visual! Audio juga super penting. Voiceover yang clear dan engaging bisa kamu tambahkan sesuai script.
Background music untuk mendukung mood, dan sound effects untuk memperkuat aksi visual. Mixing audio yang baik bisa bikin video jadi lebih immersive dan enak ditonton.
Terakhir, video yang udah hampir jadi ini bakal review bareng klien. Biasanya ada beberapa round revisi untuk memastikan semuanya sesuai ekspektasi. Setelah semua pihak puas, video final di-export dalam format yang dibutuhkan.
Dan voila! Proses pembuatan video explainer dengan animasi 3D yang panjang akhirnya selesai juga!
Baca Juga: Ide Video Explainer Dengan Animasi 3D, Efektif Untuk Bisnis
Nah, setelah baca semua proses pembuatan video explainer dengan animasi 3D di atas, kebayang kan sebetapa kompleksnya bikin video explainer animasi 3D? Butuh tim solid, software mahal, dan waktu yang nggak sedikit.
Makanya, kalau kamu butuh video explainer yang berkualitas tanpa pusing mikirin semua prosesnya, yuk serahkan ke Animasi Studio aja! Kami udah malang melintang di industri animasi Indonesia sejak 2013, jadi pengalaman dan kualitas udah nggak perlu ragu lagi.
Meskipun spesialisasi kami adalah animasi 2D dan animasdi 3D yang lebih fleksibel dan cost-effective, kami juga siap bantu kamu bikin berbagai jenis konten visual yang engaging. Mau video explainer untuk launching produk baru? Konten edukasi yang bikin audience paham dalam sekejap? Atau campaign promosi yang bisa boost conversion? Semua bisa kami handle dengan profesional!
Jadi tunggu apa lagi? Hubungi kami sekarang dan wujudkan video explainer impian kamu! Let’s create something amazing together!