Masa Depan Video Marketing

Publish Januari 2019  || Update Januari 2019

Bertahun lalu, hal merekam dan mengupload video secara vertikal merupakan hal yang tidak lazim dan dianggap menyalahi “aturan”. Saat itu, merekam video adalah di posisi horizontal sehingga gambar tampak penuh dan melebar. Namun, seiring perkembangan teknologi yang semakin masif, terutama smartphone, maka kebiasaan untuk merekam secara vertikal pun bukan sebuah hal yang konyol lagi.

Coba perhatikan kebiasaan pribadi masing-masing, dalam sehari berapa kali kita memutar smartphone menjadi horizontal? Mungkin tidak pernah, kecuali sedang bermain game atau melihat konten video agar terlihat besar. Menurut laporan MOVR Mobile Overview Report pada tahun 2014, pengguna smartphone memegang smartphonenya secara vertikal. Hal ini diperkuat pula dari laporan dari KPCB Research pada tahun 2016, bahwa masyarakat Amerika Serikat menggunakan 29% dari waktu menggunakan smartphone adalah di posisi vertikal. Ini naik 5% dari pada tahun 2010. Nah, dari laporan tersebut semakin jelas jika memutar video pun bergeser ke posisi vertikal.

Melihat penjelasan di atas, yuk kita cari tau masa depan video marketing yang akan menjadi trend ini. Apa itu Video Vertikal dan media sosial apa saja yang mendukung penggunaan video vertikal.

Apa itu Video Vertikal?

Sedari awal datangnya video, posisi menonton video yang lazim adalah horizontal. Namun mengikuti perkembangan yang ada muncullah vertikal video. Ya, video dengan posisi vertikal dengan rasio 9:16. Baik disadari secara langsung maupun tidak, vertikal video sudah diperkenalkan di berbagai platform besar, seperti YouTube, Facebook, dan Instagram.

 

Masa Depan Video Vertikal

Ada banyak hal yang melatarbelakangi mengapa perkembangan video vertikal menjadi semakin populer. Berikut alasannya:

  • Penetrasi smartphone semakin besar, dengan hal tersebut semua informasi akan didapatkan melalui smartphone yang notabene posisi paling nyaman untuk melihat video adalah posisi vertikal (portrait) karena pengguna tidak perlu repot-repot memutar layar smartphone. Dengan tampilan vertikal, maka bisa menyaksikan video lebih jelas dan menangkap informasi lebih cepat.
  • Smartphone telah mendominasi dunia. Lebih dari 57% video yang telah diputar di dunia berasal dari perangkat mobile, termasuk smartphone dan tablet. Ini berarti pengguna smartphone lebih nyaman jika video berposisi vertikal.
  • Kebiasaan pengguna smartphone. Hampir 94% pengguna smartphone malas untuk memutar posisi smartphone dari vertikal ke horizontal. Meskipun melihat konten video dalam bentuk horizontal di posisi vertikal kurang nyaman namun posisi vertikal tersebut tetap dipertahankan.
  • Salah satu platform beriklan khusus perangkat mobile, MediaBrix, menemukan bahwa lebih dari 90% pengguna menyelesaikan melihat video dalam posisi vertikal daripada horizontal.

 

Media Sosial Yang Mendukung Penggunaan Video Vertikal.  

Melihat perkembangan teknologi dan kebutuhan informasi yang terus berkembang dinamis, platform besar sosial media sudah berlomba-lomba meluncurkan fitur video vertikal. Berikut sederet platform di dunia yang sudah meluncurkan fitur vertikal video:

  • YouTube: Platform YouTube terus mengembangkan aplikasi mobile mereka. YouTube sekarang mendukung vertikal video pada versi komputer, dimana memungkinkan pengguna untuk merubah aspek rasio video yang dilihat.
  • Instagram: Secara sadar atau tidak sadar Instagram “memaksa” penggunanya untuk meninggalkan “feed” Instagram dan beralih ke “stories”. Sebagai anak kesayangan dari Facebook, Instagram terus menambah fitur untuk memanjakan penggunanya dengan video vertikal. Salah satu video vertikal yang telah dirilis oleh Instagram adalah IGTV. Fitur ini memungkinkan pengguna untuk mengupload konten video vertikal dengan durasi lebih dari 1 menit.
  • Facebook: Facebook juga tidak ingin ketinggalan memunculkan fitur video vertikal. Fitur ini dapat dijumpai di versi komputer dan mobile dimana Facebook juga mendorong Whatsapp untuk memiliki video vertikal. Sehingga ini memperkuat klaim mereka atas fitur video vertikal.   
  • Snapchat: Snapchat menambahkan banyak fitur sebagai penarik perhatian di aplikasi mereka. Platform Snapchat mendorong pengguna vertikal videos untuk digunakan secara personal dan beriklan. Dengan penambahan fitur-fitur yang baru, Snapchat ingin penggunanya tetap tertarik menggunakan aplikasi Snapchat.

Baca Juga: